Oleh: selendang | April 21, 2010

‘Mengenal cinta sejati’

Beberapa waktu lalu saya mengupas tips mengenali cinta yang bukan cinta sejati, kini saatnya saya bicara soal cinta sejati. Ada ngga sih sebenarnya cinta sejati itu? Buat yang sudah menemukannya akan bilang ada, tapi yang belum ya akan berkeras bahwa cinta sejati itu tidak ada, atau belum ada. Bagaimana cara mengenali bahwa cinta yang kita alami adalah cinta sejati? Ada tanda-tandanya lho. Cintamu adalah cinta sejati, jika kamu: Menerima pasanganmu lengkap dengan kekurangannya Ya, nobody is perfects. Pasanganmu sama saja denganmu, punya banyak kekurangan. Jika kamu bisa menerimanya, tanpa keluh kesah, tanpa rasa sebal, bahkan bisa memperbaikinya, maka itu cinta sejati. Memikirkan kepentingannya Apakah kamu mau membantunya ketika dia ada masalah? Menolongnya saat dalam kesulitan? Memikirkan kepentingannya? Bahkan kadang rela berkorban? Kalau ya, tak salah lagi itu sungguhan cinta sejatimu. Merasa aman walau berjauhan Tidak takut merasa kehilangan, sebab kamu yakin dia akan setia, juga dirimu pun akan setia padanya. Komunikasi lancar walau dipisahkan jarak, tidak saling menghindari satu sama lain, dan merasa tetap saling memiliki. Jauh di mata, dekat di hati. Tidak mudah bertengkar Semua masalah bisa dibicarakan baik2, didiskusikan bersama, dicarikan jalan keluarnya. Konflik berkepanjangan bisa dihindari karena tingginya saling pengertian, dan saling menghargai. Kalau hubunganmu dengan pasangan dihiasi dengan tanda-tanda tadi, maka bisa dipastikan cintamu adalah cinta sejati. Selamat ya! Semoga tebakannya ngga salah. Diterjemahkan secara bebas dari /www.bestlovetips.com


Responses

  1. Numpang sharing, mbak/mas…
    Cinta sejati cuma milikNya. Maka jika manusia mencari cinta yg tidak pada jalanNya, maka sebenarnya cinta itu hanya cinta yg semu.
    Kesalahan fatal yg saat ini nge-trend adalah “PACARAN” sebelum ada ikatan nikah. Pdhal sebenarnya cinta di dlm hal yg satu ini bukanlah cinta sejati, melainkan malah menjauhkan kita dari cintaNya. Allah berfirman” Laa taqrobuzzina..”. Makanya, “pacaran” kalo belum ada hubungan yg halal (nikah) itu ga boleh.

  2. setu7 mbak, meski dg dalih ingin mengenal lbh dalam calon pasangan kita.
    namun jaman skrng kayaknya susah sekali, moga kita selalu dijauhkan dari hal2 yg dapat merusak diri kita sendiri.

    thanks sharingnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: