Oleh: selendang | Oktober 26, 2008

Selendang kasih ibu

saat kupuisikan nama ibu

ada romantika yang melenting2 dalam ingatanku

saat ia menggendongku dengan selendang nya

kuterhanyut oleh kidung yang ia nyanyikan

aku pun tertidur pulas dalam dekapan hangat nya

tiada letih, ia mendengar tangis dan tawaku

ketika kumulai berjalan

tiada lagi kudapati selendang

yang biasa tersampir di pundak nya

aku pun tidak tahu

tiada terbesit kata tuk bertanya

yah, mungkin ia simpan

atau mungkin saja tlah usang

seiring waktu yang berjalan

aku semakin tumbuh dewasa

kini kubisa merasa

bahwa bukan selendang lagi yang kubutuh kan

bukan selendang yang kusayang

namun ibulah yang lebih berarti

ibulah yang kusayangi

kasih ibu tiada terbatas

kasih ibu tak sebatas usia selendang nya

kasih sayang nya terus mengalir

ibarat sungai yang bermuara cinta

dari usia tunas,

hingga usia tumbangku

tak akan pernah usang seperti usia selendang nya

tak kan pernah sirna ditelan masa

dengan apakah ku harus membalas kasih sayang nya ?

dari manakah ku harus memulai nya ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: