Oleh: selendang | Oktober 26, 2008

Pesan boss..!

‘Sit…! Sebesar apa pun kesalahanmu, aku tak akan menyalahkanmu. Apalagi memarahimu,asal kamu mengakui kesalahan itu.Tapi aku sangat takut jika kamu berbohong demi menutupi kesalahanmu,meskipun kecil kesalahan itu.Semua itu akan menjadikanku tidak percaya lagi padamu.Terlebih lagi ,aku akan merasa sangat sedih sekali.’ pesan Tuan setelah memberikan gaji padaku.

 ‘Ya, Aku tau.’ jawab ku singkat.
Sudah menjadi kebiasaan majikanku, setelah memberikan gaji , dia selalu menyelipkan pesan2 yang sama padaku. Semua itu dilakukannya bukan karna aku lagi melakukan kesalahan. Tapi agar aku tidak lupa dan selalu ingat akan tugas2 ku.
 ‘Sekarang giliranmu bicara! jadi bukan hanya aku aja yg selalu memprotes pekerjaanmu , tapi kamu pun punya hak untuk itu.’
 ‘Hmm…apa ya?’
 ‘Ngomong aja sit. Atau mungkin kamu ada masukan lain supaya pekerjaanmu bisa lebih baik lagi.’
Saat di berikan kesempatan Tuan untuk mengeluarkan unek2 di hati, aku memang tak langsung bicara. aku hanya  diam seribu bahasa . Tapi,aku menginginkan majikanku cepat2 menegurku saat aku melakukan kesalahan atau malas saat bekerja. Jadi tak harus menunggu saat gajian tiba.
Dulu,Pertama kali di tegur ,memang aku merasa  sedikit tidak suka . Dan itu bisa dilihat dari exspresi wajahku yang terlihat cemberut. Bahkan mataku selalu basah oleh air mata. Padahal aku sudah mencoba untuk menahannya. Beruntung majikanku mengerti akan sifatku yang rada2 cengeng, hehehe.
Aku pun mengakuinya di depan majikanku. Bahkan aku balik bertanya padanya,’Gimana sih, supaya aku tak mudah menangis saat di protes pekerjaanku?’
Saat itu nyonya hanya tersenyum,lalu menjawab ‘Ngak papa sit! Aku juga  pernah mengalaminya.Kamu coba aja menarik nafas panjang, dan renungkan kalau semua itu bukan bermaksud untuk memarahimu . Tapi tidak lebih untuk kebaikan mu sendiri.’ Saran nyonya.
Dan sejak saat itulah aku tidak pernah menangis lagi, saat di protes pekerjaanku. Sebaliknya aku merasa berterima kasih pada majikanku , karna begitu telatennya dia mengajariku , seperti membimbing  adiknya sendiri. Dan itu bisa dibuktikan, dari berapa lamanya aku bekerja di tempatnya, sampai saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: