Oleh: selendang | Oktober 26, 2008

Kenangan terindah

Dear diary…!

Aku ingin cerita kepadamu, tentang nya yang dulu singgah dihatiku.

Sejak itu hatiku jadi bahagia, karena dia selalu ada didekatku.

 

 

            Teringat kembali, saat aku mendampingi kakak ku dipesta pernikahan nya . Dengan digital camera baruku , aku seneng banget mendapat tugas dari kakak untuk menjadi photografer selama acara berlangsung.

             Para tamu undangan mulai berdatangan , yang disambut alunan music rebana dan lantunan shalawat Nabi yang dinyanyikan oleh pemuda pemudi yang telah disiapkan dan berjejer rapi dihalaman rumah.

Acara demi acara telah berlalu, hingga pada acara pokok yaitu pembacaan ayat2 suci Al-qur’an . Wow…mataku tak lepas memandangi pemuda yang saat itu dipersilahkan untuk naik mimbar, dia begitu berwibawa.

Pemuda itulah yang telah membuatku terpesona, aku terkesima mendengar kepiawaian nya dalam membacakan ayat2 suci tersebut. Aku benar2 terpana serasa tenggelam bersama ayat2 cinta yang dia bacakan, eh maksudku ayat2 suci…hehehe.

              Aku yang saat itu ditugasi kakak ,agar menjadi photografer selama acara berlangsung,sampei lupa. Karna terlena mendengarkan suara pemuda itu. Lantunan setiap ayat yang dia lafazkan, begitu indah .

Dalam fikiranku,  ”Huh, jadi photografer capek juga, duduk sejenak ah, sembari menyimak acara pembacaan ayat suci dulu. Ntar kulanjutkan ambil photonya”. Akupun duduk dengan santai dikursi paling depan yang telah tersedia.

Tak kuhiraukan ,entah siapa yang usil menggangguku, mencubit lengankulah,menginjak kakikulah, tapi aku tetap tak menghiraukan siapa dia. Mataku tetap menuju kedepan , menyimak acara yang kuanggap ”sangat istimewa”, saat itu.

Astaga…! , aku dikejutkan oleh suara adik ku (pr), ”kak…!, dari tadi ngak merespon ku . udah kucubit, bahkan kuinjak kakimu ,tetap aja bengong”. Aku pun menjawab , ”ada apaan sih..?”.            ”Pembacaan Al- qur’an udah hampir kelar tuh, kakak udah ambil photonya lom ?”, kata adik memperingatkan ku.              ”Oh ya , ok..! ,aku ambil sekarang  . udah pergi sana , jangan ributlah dek , inikan didepan umum ?”, aku menjawab dengan kesal.

               Aku segera beranjak dari kursi, bergegas ku melangkah mendekati mimbar untuk mengambil photo. Huh ..apes, hiks…malu banget , tiba2 kaki ku terpeleset kulit pisang. Untung ada yang bergegas menahanku saat itu, jadi aku  tidak sampei terjatuh. Dan sepertinya kejadian itu sedikit mengganggu konsentrasi pemuda tersebut. Karna aku hampir terjatuh tepat didepan nya, ( huh…malu banget), dan bertambah lagi aku jadi bikin heboh didepan para audience. Duh…seketika expresi wajahku pun ”memerah”.

Tapi mau gimana lagi , aku adalah photografer,jadi aku ngak bisa seenaknya lari dari tempat, tuk sembunyi.  Yah, sambil menahan rasa malu, tetap kuberanikan diri untuk melaksanakan tugasku.

             Tak terasa, telah sampei pada acara penutup , akupun senang, tugasku juga udah hampir selesai. Tak lama kemudian, terdengar salam penutup, pertanda acara telah usai. 

Aku melihat para undangan bersalam2 an, mereka berhamburan meninggalkan ruangan. Ratusan kursi yang semula diduduki para audience , dalam sekejap kosong. Tiada satupun yang mendudukinya , suasana yang ramai ,siang itu menjadi sepi. Yang masih berada ditempat , kurasa hanyalah para kerabat dan tetangga dekat , dari mempelai wanita , yaitu keluargaku.

              Di sepanjang jalan( perjalanan pulang ) menuju rumah, aku masih terngiang suara pemuda itu. Namun aku tak terlalu memikirkan nya,karna besok ( keesokan harinya), aku harus balik kehongkong lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: