Oleh: selendang | Juni 8, 2008

KisahKasih DindaKanda

Aku berperan sebagei Dinda, yang telah lama mendambakan sosok seorang cowok yang bernama Kanda. Rasa cintaku bersemi kembali disaat aku melihat pasangan kisah kasih yang terlihat mesra .
          Kisah adalah teman candaku, Kasih adalah sahabat setiaku. Kanda adalah teman akrab Kisah juga. Kejujuran kanda yang membuatku jatuh hati, biarpun Kanda hanyalah seorang perjaka desa, namun semua kriteria calon suami impianku ada padanya.
Dan rasa cintaku terdorong oleh kehadiran kasih  (sahabatku), yang selalu memberi semangat  untuk lebih mencintai cinta, setelah sekian lama aku trauma oleh masa laluku.
          Sebagei sahabat Kasih selalu membantuku untuk mengutarakan rasa cintaku pada Kanda . Namun ternyata  Kanda masih ingin bebas  kanda msih ingin bebas dan tidak ingin terikat oleh sebuah komitmen. Aku menghargai keputusan Kanda dan mengubur dalam2 cintaku. Dan tanpa kusadari ternyata masalah ini diketahui oleh kisah, kisahpun datang menghiburku dalam canda tawanya . Bisa disebut dia adalah penyembuh luka dihatiku, kisah begitu romantis.
Aku mengenal karakter Kisah sejak lama,karna memang dia adalah teman lamaku. Namun hanya saat2 ini aku dekat dengan Kisah, itupun juga karna Kisah adalah kekasih sahabatku yang bernama Kasih. Saat kasih tak muncul, ia pun menitipkan salam rindunya padaku dan aku menyampeikan salam Kasih pada Kisah, begitupula Kisah . ia selalu datang padaku disaat Kasih terlihat lama tak muncul. Jadi peranku adalah jembatan cinta buat Kisah dan Kasih.
Namun seiring berjalan nya waktu Kisah mulai berani curhat padaku. Dia ungkapkan semua isi hatinya dan yang membuatku terkejut , Kisah menyatakan cintanya padaku ,( Ya Allah, apa yang harus kulakukan…?
           Aku : Kisah, tahukah kamu…? betapa sulitnya posisiku…?, Aku tidak ingin menjadi pagar makan tanaman.
           Kisah : Tidak Dinda, Aku tidak mencintainya , jadi kamu tidak usah merasa bersalah pada dia.
           Aku : Kalau kamu tidak mencintainya , mengapa kamu bersikap mesra pada dia…? , sampei2 dia menaruh harapan besar kepadamu.
           Kisah : Maafkan aku Dinda , aku tak menyangka jika dia ternyata benar2 mencintaiku . percayalah saat ini hanya Dindalah yang aku cintai .
            Aku : Biarlah aku yang mengundurkan diri.  Untuk sementara waktu aku ingin menyendiri dulu , dan keluar dari kehidupan kalian berdua (kisah kasih ). mungkin aja dengan ketidak hadiran ku bisa menumbuhkan rasa cintamu pada kasih .
            Kisah :itu tidak adil namanya, ada atau tidak adanya Dinda tak akan merubah perasaanku pada kasih, bukankah cinta tidak bisa dipaksakan …?
 

           Ternyata Kisah serius dalam candanya.Kisah benar2 mencintaiku dan itulah yang membuatku bingung karna saat itu kisah masih berjalan dengan kasih. Seusiaku memang bukan saatnya untuk bercanda2 lagi. Karna Kisah mencintaiku , maka aku ingin kepastian cintanya padaku, aku tidak ingin diduakan. Aku tahu  Kisah dan kasih masih berhubungan  dan aku hadir sebagei fihak ke 3 dan janji manis Kasih kupegang erat. Kisah berjanji untuk memutuskan hubungan nya dengan kasih secara perlahan.
            Aku tidak menyangka bahwa cinta Kisah terhadap kasih ternyata hanya karna puisi2 kasih belaka. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi bila kasih tahu 

jika akulah yang lebih dicintai oleh Kisah. Aku tahu antara kisah dan Kasih memang belum ada komitmen yang mengikat. Karna kasih mengerti dan kasih merasa bahwa dia bukanlah yang terbaik buat kisah . Namun kasih mengungkapkan kebahagiaan nya padaku, karna kasih merasa telah disayangi oleh kisah.
    ”Kehadiran Kisah membuat hidupku lebih berarti”, itulah ungkapan hati kasih. Kisah terlihat bingung mencari cara agar kasih membencinya, kisah mulai dengan cara menghindar dari Kasih untuk beberapa hari. Namun ketidak hadiran Kisah tidak menyurutkan rasa cinta Kasih, justru kasih lebih berfikir positif  .Tak ada prasangka sedikitpun didalam hati kasih, karna kasih tahu bahwa Kisah selalu disibuk kan oleh pekerjaan dikantornya.
Aku disini menilai bahwa kisah adalah cowok yang kurang bijaksana , karna kisah tidak berani jujur pada kasih , cintanya terhadap Kasih hanyalah sekedar canda.
Hatiku semakin resah dalam penantian, dan terus menunggu keputusan dari Kisah. Sampei kapankah Kisah harus berbohong?, Bagaimana pun Kisah telah memberikan harapan kosong pada Kasih.
 
Kasih bercerita tentang sakit yang ia derita kepadaku, dan mungkin ajal sewaktu2 menjemputnya. Tapi Kasih pasrah  dengan penyakit yang dideritanya, Kasih pun bercerita bahwa Kisah adalah cinta terakhirnya. Hanya Kisah yang bisa membuatnya bisa hidup lebih lama lagi , ( Ya Allah…ternyata Kisah begitu berarti banget untuk Kasih).
Aku tidak bisa membayangkan , apa yang terjadi bila Kisah meninggalkan Kasih, pasti Kasih akan merasa sangat terpukul oleh semua peristiwa ini. Dan karna sebab itulah, Aku tidak berani jujur pada Kasih tentang hubunganku dengan Kisah. 

       Kisah dan Kasih masih tetap berhubungan, hingga semua orang tahu bahwa mereka adalah pasangan yang mesra. Yah, aku tahu mereka adalah pencinta sastra, namun hatiku juga bingung , bagaimanakah cinta Kasih terhadapku…?, Apakah selamanya terus begini…?
Tenggang waktu yang kuberikan Kisah cukup lama, Kisah membiarkan aku terus menunggu. Dalam penantianku yang tak pasti, tiba2 Kanda hadir kembali , dengan memberikan perhatian extra padaku. Dan itu dapat kurasakan dari sikap dan tingkah lakunya setiap bertemu denganku. Jujur kuakui , dulu memang aku sangat mengagumi Kanda , dan berharap suatu hari nanti bisa hidup bersamanya . Namun entah mengapa…? perasaan itu kini meluap entah kemana .
        Cinta Kasih kepadaku begitu tulus, Aku bisa merasakan nya. Namun sampei kapankah Aku menyimpan rahasia ini…?, mampukah Aku menceritakan semua ini pada Kasih (sahabatku) …?. Namun disisi lain Aku lebih takut, bila Kasih  mengetahui hubunganku dengan Kisah dari orang lain, bukankah itu  akan lebih menyakitkan hati Kasih lagi…?
Tampaknya hati Kisah sedang kacau , Kisah mulai berselisih faham dengan Kasih. Sikap Kasih yang ramah terhadap siapapun ,dijadikan alasan oleh Kisah, 

         ”Kasih, sudah berhari2 cuek padaku”
         ”Lho, kok bilang gitu…?”
         ”Iya , Kasih begitu asyik bercanda dengan yang lain”
         ”Tapi aku kan sekedar canda, ngak lebih”
         ”Juga sekarang jarang nyapa”
         ”Kisah, tahukah kamu…?, saat kamu diam , Aku fikir kamu lagi kerja. makanya aku lihat situasi dan kondisi.
          ”Apa ada yang cemburu…?
          ”Ngak ada”
          ”Ya udah, mulai sekarang ngak usah manggil sayang2 lagi”
          ”Kok bilang gitu sih…?”
          ”Silahkan cari Kasih yang lain”
          ”Kisah , jangan lah kamu beranggapan yang bukan2. Engkaulah yang terakhir,dan bila ku harus mencari lagi , mungkin Aku akan berfikir seribu kali lagi.
Kekuatan cinta sungguh menakjubkan,karakter Kasih yang dulu begitu lemah,manja,cengeng dan kekanak2 an ,kini berubah jadi lebih tegar dan lebih mendewasai. Kehadiran Kisah dalam hidup Kasih telah merubah segalanya. Di tambah support yang selalu Aku berikan pada Kasih.  

       ”Kasih, tahukah Kamu …?, tentang wanita yang selalu diidam2 kan oleh Kisah dan kelak ingin dijadikan istrinya, yaitu : wanita solehah yang  bila dipandang bisa menyejukkan hati dan bila ditinggal pergi suami, si istri bisa menjaga harta dan kehormatan dirinya. Alangkah baiknya jika mulai sekarang kamu lebih mendalami ilmu agama, karna itu akan lebih baik bagimu”. kataku tanpa bermaksud menggurui Kasih. Dan sejak saat itulah Kasih mulai senang membaca buku agama yang aku pinjamkan pada nya. Namun perubahan sikap Kasih justru membuat orang bingung , banyak yang mengira bahwa Kasih adalah Aku ( Dinda). Begitupun Kisah, Dia bingung, 

       ”Kasih, siapakah dirimu…?”,  Kisah bertanya2 dalam  hati. Kasih adalah cewek yang mempunyai bermacam2 karakter , dan sebagian sifat yang dimiliki Kasih juga ada pada ku, begitu pula sebaliknya. Kasih suka berpuisi, berpantun, bernyanyi dan apapun yang ada hubungannya dengan kesenian. Akupun juga menyukai semua itu, hanya saja aku tidak berpuisi didepan umum, melainkan menulisnya dalam buku diary. Karna banyak  banget komentar pedas,” Bahwa orang yang suka sastra itu, suka ngegombal”.  Di situlah seharusnya mereka bisa membedakan antara aku dengan Kasih.
Sikap Kasih akhir2 ini memang lebih mengarah pada agama dan do’a, itu yang membuat Kisah kaget. Padahal dulu Kasih tak tertarik dengan debat2 agama.
Muncul lagi konflik,banyak yang bilang Kisah adalah Aku (Dinda). Kasih …Kau  memang pantas dipanggil ”bunglon”aja, (hehehe…maaf). Karna kehadiran Kasih memang bikin semua orang  bingung . Kasih tidak dikenal sebagei Kasih,banyak nama2 baru untuk nya. Ada yang manggil Anilah, Analah, bahkan ada pula yang manggil Dia itu Dinda, dan Dinda adalah Aku ( Mana mungkin…?).
Kasih pun bingung , kenapa  setiap apa yang ia lakukan selalu salah. ”Dinda , harus bagaimanakah aku…?”, itu adalah ungkapan nya.  Dan aku hanya bisa bilang, ”Biarkan saja , apa pun nama yang di berikan padamu, terima aja. Seiring berjalan nya waktu , semua pasti akan tahu , siapakah Kasih yang sebenar nya. Kasih adalah Kasih, sedangkan aku adalah aku (Dinda).

        Kecamuk jiwa semakin menyesak kan dada, sampai kapan aku harus diam,.Secara perlahan aku telah berbohong pada sahabatku . Aku terus memacu semangat hidup Kasih, dan tak ingin merusak kebahagiaan nya. Padahal sejujurnya aku cemburu atas kemesraan hubungan Kisah dan Kasih. aku ingin dia merasa bahagia , kuingin Kasih menikmati sisa2 hidupnya dengan ceria. Dari situ aku melepaskan komitmenku pada Kisah , melalui  goresan pena yang aku tinggalkan untuknya,

        Kisah, cintailah Kasih dengan tulus, cinta Kasih kepadamu  setulus cintamu padaku. Adakalanya kita harus meninggalkan orang yang kita cintai ,bukan karna kita tDk mencintainya lagi. Namun itulah yang terbaik yang harus kita jalani  dan mungkin dengan begitu justru akan ada kebahagiaan yang akan kita rasakan. Biarkanlah cinta kita abadi, jangan pernah kau menyakiti hati kasih lagi. dia memiliki kekurangan yang tidak pernah engkau tahu. dibalik sikap Kasih yang tegar , sebenar nya dia begitu lemah”.      Aku mulai meyakinkan Kisah dengan fakta yang ada , bahwa Kasih tak setegar yang Kisah kira.  Dari situlah Kisah mulai menyayangi Kasih, dan demi kebahagiaan Kasih , Kisah pun berani melamar Kasih dan semua itu atas keikhlasan ku.

Tangis bahagia mengiringi pernikahan Kisah dan Kasih.  disitulah aku bisa merasakan kebahagiaan ,walau disisi lain hatiku pun terasa perih, namun aku harus tegar menghadapi semua ini.

Kebahagiaan Kasih pun bertambah , benih cinta yang ditanam Kisah pun tumbuh, Kasih bertambah bahagia.Di usia kehamilan 9 bulan , Kasih sering terjaga . Sesekali dia memandangi wajah Kisah yang tidur terlelap disamping nya. Kasih begitu terkejut , karna tiba2 dibawah alam sadar , Kisah memanggil2 namaku (Dinda). Kasih hanya diam, mungkin dia tahu bahwa Kisah memang kenyataan nya mencintaiku. Kasih tetap bersikap biasa , tak tersirat sedikit pun prasangka dalam benak nya, tak merubah perasaan cinta Kasih pada Kisah.  Aku menilai Kasih benar menganggap bahwa  Kisah adalah suami yang baik dan santun. Kasih sesekali curhat padaku , karna kita memang sahabat baik.

Kebahagiaan Kisah dan Kasih adalah kebahagiaan ku juga , begitulah aku menjaga sucinya persahabatan . Karna bagaimanapun , rasa cintaku pada Kisah tumbuh juga karna kehadiran Kasih. Namun aku selalu ingat , ”bahwa mencintai itu tidak harus dimiliki”. Meski didunia Kisah menjadi milik Kasih, aku relakan. Karna mungkin diakherat Allah akan mempersatukan cinta kami, cinta yang selama ini sulit untuk diungkapkan.

Pagi itu menjelang adzan shubuh, Kisah mengabarkan keadaan Kasih , dan dia menginginkan aku hadir secepatnya.

Aku pun bergegas menyusul kerumah sakit, Kisah terlihat begitu panik, wajah nya pucat pasi. Didepan ruang bersalin Kisah terlihat mondar mandir, menunggu kelahiran sang buah hati. Kisah begitu cemas, dia menceritakan,

         ”bahwa Kasih sering mimpi berpakean serba putih  ,dan sering bermimpi bertemu dengan almarhum ayahnya, pertanda apakah ini ?”, keluh Kisah penuh kegelisahan. bertambah kondisi Kasih yag lemah. Aku pun cemas, tapi aku berusaha untuk menenangkan hati Kisah.

Tak lama kemudian, suara  tangisan bayi terdengar lantang, kami pun segera memasuki ruangan. Kasih terlihat begitu lelah , dalam tidurnya dia tersenyum, mungkin dia lagi bermimpi. Aku duduk disamping Kasih sambil merapikan rambut nya , dan mengusap tetesan peluh yang membasahi kening dan dahinya dengan sapu tangan ku. ia terbangun …”Dia akan menjemputku”, itulah gumam Kasih (firasat ku jadi ngak enak).

(Percakapan antara aku ,Kisah dan Kasih)

 Aku    : ”Kasih, sadar kamu ngomong apa ?”

 Kasih  :”Dinda sahabatku, berjanjilah padaku ..!”

 Kisah  :”Cukup Kasih , jangan kuras tenagamu untuk bicara …! .dengar nasehat dokter”

 Aku    : ”Benar Kasih, istirahatlah …!”

 Kasih : ”Izinkan aku mencium bayiku”

 Aku   : ( menggendong bayi seraya berkata, ” lihat dia terlihat begitu manis manis sepertimu Kasih” )

 Kasih : ”Pangeran cintaku, berikan nama ‘Dinda’ buat si kecil”

 Kisah : ( Dengan mata berkaca2 hanya memberi anggukan dan mengelus dengan lembut rambut Kasih).

 Aku   : ( Linangan air mata ku tak tertahan kan lagi ).

 Kasih : ”Ada apa dengan kalian..?, tersenyumlah wahai sahabatku , agar jiwaku tenang”

 Aku    : ( Sebisa mungkin tersenyum agar Kasih bahagia).

 Kisah : ( Hanya diam bersama kecemasan nya ).

 Kasih : ” Pangeran cintaku, jagalah Dinda kecil baik2 . aku bukanlah wanita sempurna , aku tak mungkin bisa menjaga cinta ini selamanya ”

 Kisah : ”Kita akan menjaga Dinda kecil sama2, Kasih ku”

 Aku    : ”Kasih janganlah bicara begitu”

 Kasih : ( wajah nya terlihat pucat pasi ).”Jagalah Dinda buah hati kita,jagalah Dinda sahabatku. kabulkanlah permohonan ku kali ini’..!”.

 Aku   : (Semakin deras air mataku)

Kisah : ( Mencium kening Kasih), ” Tenanglah kasihku , aku pasti menjaga Dinda kita”

 Kasih : ”Trima kasih pangeran cintaku , maafkanlah aku ( tersenyum sambil memejamkan matanya  perlahan2)”.

Terdengar sayup2 bacaan 2 kalimah syahadat dari bibir Kasih.

(Hening , ruangan begitu hening),  aku masih belum percaya , bahwa Kasih telah pergi untuk selamanya. Kisah terlihat begitu depresi berat, aku tahu Kisah mulai bisa mencintai Kasih dengan tulus. Namun maut telah memisahkan mereka, dan ini adalah kehendak Nya.

Kehadiran Dinda kecil mewarnai kehidupan ku. Melihat Dinda kecil, seperti halnya melihat Kasih sahabatku.Aku tulus menjaga Dinda kecil, Kisah memujiku.

Disuatu hari, Kisah datang kerumahku bersama ayahnya  untuk melamarku. Dan dengan persetujuan ayah ibu , aku pun menerima pinangan nya. Satu minggu kemudian,  pesta pernikahan kami dilangsungkan dengan cara yang sederhana, meskipun materi ada ditangan kami. Kami pun hidup bahagia bersama Dinda kecil.

(ini adalah goresan hati Kasih yang ia titip kan padaku )

     ” Pangeran cintaku….Kasih belum bisa jadi penerang tuk cinta kita . Namun cahaya dalam hidup ku, akan selalu seterang jiwamu. Dan aku akan mencoba tuk menjadi cahaya bagi diriku sendiri dulu. Karna dalam gelap dan pekatnya malam,  aku hanya mampu menatap diriku, belum mampu menembus jiwa terangmu. Aku merasa ada sesuatu yang begitu silau , yang membuatku merasa sulit tuk menembus cahaya terang mu. Biarkanlah sang waktu yang akan menjaga cintaku. maafkanlah aku pangeran cinta…

        Pangeran cintaku….mengertilah, dari semua masa lalu ku, aku sebenar nya sudah belajar untuk menutup cintaku. Karna kutahu didunia ini, ngak akan mungkin  ada  cowok yang bisa serius padaku. Aku begitu banyak kekurangan , jadi setelah berakhirnya semua ini, ngak akan ada lagi cinta bagiku. Karna aku ngak ingin terluka dan terus terluka, jadi cukup …!. Pangeran cintaku… ngak usah resah , pasti aku bisa bangun dari tidur panjang ku. Ku ingin meraih masa depanku,itulah impianku. Oh…yah…kudo’akan semoga hidupmu berbahagia dengan atau tanpa denganku. Trima kasih atas kasih sayangmu ,dan sebisa mungkin akan kusembuhkan sendiri luka hatiku.

      Dinda sahabatku…kaulah sahabat yang setia.Kuatnya persahabatan kita, tak akan tergoyahkan oleh badai yang menerpa. Meski kutahu , tulus dan eratnya tali persahabatan kita , menjadikan prasangka dihati orang lain. Namun biarkanlah…sampei senja menghampiriku, ku kan selalu mengokohkan pagar persahabatan kita , trima kasih Dinda.

     Dinda…sebenarnya Kasih tahu, apa yang selama ini menjadi kecamuk jiwamu. Kasih mengerti, bahwa persahabatan kita telah diterpa oleh kedatangan cinta . Begitu indah nya Dinda dan Kisah saling mencintai, kita mencintai pangeran yang sama. Dinda…jangan salahkan cinta, karna semua tak lepas dari kehendak Nya. Cintailah cintamu, seperti kau mencintai persahabatan kita dengan landasan Nya (Allah)”.

Impianku untuk mendapatkan perjaka desa telah sirna, karna kini aku telah mendapatkan duren ( alias duda keren), yang bernama Kisah.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: