Oleh: selendang | April 4, 2008

Oh…kejamnya

Kala jumpa menyapa
ada tawa disana
kala pisah menyapa
ada tangis disana
Berlalunya musim
bergantinya waktu
tak akan mampu merubah rasa cinta
tak mampu mengusik asa
rasa dan asa yang telah menyatu
rasa dan asa yang tak mungkin bisa sirna
selalu ada dalam jiwa
ibarat warna pelangi
yang tak mungkin bisa luntur
dan tak akan bisa pudar
kan abadi tuk selamanya
Sepenuhnya telah aku sadari
kau bukanlah untuk ku
tapi kenapa dilubuk hati ini
seakan berbisik dan bicara
putih cinta berlabuh
bunga cinta mulai bersemi dan tumbuh
mungkinkah kau dan aku akan menyatu …?
Derai hujan diujung pagi
larutkan kemarau dan gersangnya hati
kini kuseorang diri
mengarungi tabir yang penuh dengan duri
aku terus menyeringai dan bertahan
menahan perih dan pedihnya luka hati
mungkin kau bisa mengatakan…
”bukan maksudku mengoyak lukamu”
namun sikapmu…
tlah membuat lukaku bertambah perih
mungkin kau tak kan pernah tau
atau hanya tak mau tau
oh…kejamnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: