Oleh: selendang | Februari 12, 2008

”Perjuangan”

”Hidup ini benar2 perjuangan, dan akan terus ada yang harus diperjuangkan, salah satunya kehidupan lesbi.Sudah seharus nya aku selalu bersyukur kepada Nya,dikaruniai wajah cantik, hidung mancung, postur tubuh tinggi, hampir sempurna ( kan memang Allah SWT tidak menciptakan makhluk nya ada yang sempurna)”.

”Aku yang hanya gadis desa, yang selalu hidup dalam kesusahan (bukan bermaksud mengeluh), membuat aku mengambil keputusan,jadi TKW untuk membantu bunda ku”.

Bapak yang sakit, sejak aku masih duduk dibangku sekolah dasar,menjadikan ibu berperan sebagai kepala keluarga. Membanting tulang mencari nafkah ,buat biaya hidup  satu keluarga, juga buat biaya bapak setiap hari.

Masa kecil ku yang indah, habis untuk membantu bunda, dan mencetak ku menjadi orang mandiri. Lulus sekolah menengah ku, ada keluarga tentara AL ( angkatan laut), yang bersedia membiayai ku sekolah keperguruan tinggi, karena mereka mengetahui keadaan keluarga ku. Sedang disisi lain mereka juga tau, disekolah aku selalu menjadi bintang kelas lagi berperilaku baik. Namun kupikir2 , jika aku bisa selesai S1, dalam waktu 3 tahun,bagus. Tapi jika lebih dari target itu, akan merepotkan orang terlalu lama. Sedang bapak yang harus terus berobat, membuat aku merasa ikut bertanggung jawab, untuk  membantu bunda mencari biaya, sebab abng ku satu2 nya , telah menikah. Sedang adik ku satu2 nya masih dipertengahan Mts (madrasah tsanawiyah).

Dengan berat hati, kumemilih untuk bekerja, dapat. Tapi kenyataan gajinya tidak banyak membantu bunda. Karna itu aku putuskan untuk menjadi tkw, betapa terkejutnya orang tuaku, bahkan bapak sampei menangis,meminta maaf , sebagai kepala keluarga tidak berfungsi. Dan meminta ku, agar mengurungkan niat dan keinginan bekerja ke luar negri. Namun aku tetap ngotot, yang akhir nya diberi izin  hanya 2 tahun.

”Dengan niat, yang telah kubulat kan menjadi tekad , aku langkahkan kaki keluar dari pintu rumah orang tua ku ”. Bismillahi tawakkaltu alallahi  laa haula walaaquuwata illabillahi”. Dan karena dihantar tetesan air mata, bercampur do’a bapak bunda, membuat ku memiliki semangat untuk bisa mandiri dan berbakti. ”Berbekal pengalaman sebulan merawat balita”.

Aku masuk kesebuah PJTKI, dan disanalah sejarah hidup kumulai. Aku yang biasa memakai rok,dan baju panjang , harus berganti mode, celana jins dan kaos oblong  pilihan ku. Rambut ku yang panjang itu, harus rela dipotong pendek bahkan cepak, karna tukang salon nya salah potong, hiks…hiks…hiks. Awal nya aku tidak menyadari,baru beberapa minggu kemudian, setelah kenal  beberapa orang, mereka bilang aku ganteng. Bahkan ada yang mulai kurang ajar, panggil aku ‘MAS’ . benar2 gila.

Suatu hari, aku dan salah seorang temanku disuruh menemani tamunya pemilik PJTKI, kevilla puncak tretes tuk sembahyangan. Disana ada suami istri yang menjaga villa tersebut, ketika sampei si tamu langsung berbaur dengan teman2 nya dilantai atas. Sedang aku dan teman ku nonton tv dilantai bawah. Tak lama bapak penjaga villa datang, membawa sepiring jagung rebus, ”Mas, jagung nya dimakan, ”Katanya seraya meletak kan piring tepat didepan ku. Sedang teman ku yang duduk disamping ku, langsung memandang ku sambil tersenyum.

Lalu, ”Pak dia mbak bukan mas, temanku menjelaskan. Dan aku jadi tertawa, saat melihat bapak itu terbengong dengan mimik lucu. ”Kukira ‘Mas’ , pacar kamu mbak” , ”jawab bapak itu serius. Lalu bertiga tertawa bersama. Karna kata2 bapak itu, semalaman aku tidak bisa tidur,hati ku bertanya2, benarkah aku seperti cowok ?,lalu…. Apakah aku harus menjadi tomboi, atau aku kembali kefitrah ku ?

”Di penampungan, aku punya kawan akrab 3 orang. Tak lama kemudian ada orang diinterminit dan kembali ke PJTKI (manda). Berwajah ‘baby face’, menggemas kan”.

Aku dan dia berteman, tapi tidak seakrab pada Ria, Ari dan Ira. Sampei suatu malam,saat aku sudah terlelap, tubuh ku ada yang menindih pelan2, aku kaget dan terbangun ,Manda yang menyusul ku. Aku langsung bangkit dan keluar kamar, Manda mengikuti, lalu aku pergi kekamar mandi. Dia masih mengikuti, Dia bilang ingin tidur bersama ku, gila.

Tiap malam Manda selalu menyusul ku, dan seperti malam2 sebelum nya,Aku memilih kekamar mandi,dan Dia pasti ikut dibelakang ku. ”Kamu kenapa sih tidak mau tidur bersama ku ?”,tanya Manda sambil memegang tangan ku,dan bergelayut manja. Aku diam saja dan masuk ketoilet, lalu mengunci pintu nya dari dalam. Manda menunggu diluar sambil terus ngajak bicara dengan ku.  Namun lama2 bicara nya memancing emosi, sehingga dini hari itu Aku berantem dengan nya.

Pagi hari, sikap Manda biasa saja,seolah2 semalam tidak terjadi apa2. Malam harinya Manda lagi2 menyusul ku, dan Akupun langsung pergi kekamar mandi, tapi bukan untuk berantem lagi, Aku cepat2 ambil air wudhu’ dan kembali kekamar, shalat tahajud. Manda disamping menungguiku. ”Setiap malam, Manda selalu menyusul ku, dan aku bersyukur karena nya, sebab Aku bisa shalat malam karena nya. Sebab Aku bisa rutin shalat malam ,Manda yang menjadi alarm ku”.

Dua bulan kemudian, visa kerjaku turun,dan Akupun berangkat.’Meski hanya jadi TKW ‘, dan nyawa taruhan nya, Aku bersyukur’ .Sebentar lagi, Aku bisa membantu meringankan beban bunda ku tercinta. Dan wajah bapak bunda yang sudah mulai menua,menjadi penyemangat dalam dada ku.

Majikan ku tidak harmonis, tetapi 1 bulan pertama mereka baik semua. Anak2 nya (7 tahun, 5 tahun,dan 6 bulan), cepat akrab dengan ku. Namun menginjak bulan kedua, Tuan mulai berubah sikap, terlalu baik dan sok perhatian. Setiap dia libur kerja, Dia selalu ikut aku kepasar,sebelum aku belanja Aku diajak nya terlebih dahulu makan direstoran. Kalau Aku menolak , ‘Dia marah’.  Lalu Dia yang belanja yang bawa barang nya. Sesampei dirumah,dia yang beresi sekalian membersihkan nya. Aku hanya disuruh menjaga baby nya, sedang kedua anak nya yang lain sekolah.

Suatu hari, Nyonya kepesta mengajak 2 anak nya. Jam  18.00, saat Aku menyuapi sibaby,Tuan pulang kerja. sikap nya seperti biasa, 15 menit kemudian, ”Makan nya selesai belum ?”, tanya Tuan mendekati ku. ”Belum Tuan , jawab ku”. plakkkk, tiba2 Tuan menampar ku dengan keras nya. Aku tidak bertanya mengapa Dia menampar ku,tapi langsung masuk kamar dan kukunci pintu nya. Tak lama Tuan pamit, mau beli makan malam, Aku dilarang memasak.

Enam bulan kurang seminggu, anak2 majikan ku libur sekolah. siang itu mereka main puteri2 an, semua baju mereka keluar kan dari almari,make up mama nya mereka buat dandan, dan segala mainan mereka keluar kan dari tempat nya. Sehingga rumah seperti kapal pecah, berantakan. Setelah selesai bermain, tak ada ampun mengajak kuketaman. bisa dibayangkan ,’Betapa repot nya Aku’, sambil menggendong bayi, harus mengikuti kedua anak asuh ku, yang tak mau diajak kompromi.

”Setelah capek berlari2 ditaman, keduanya mengajak ku pulang, dan betapa aku terkejut, Tuan sudah pulang”.  ” Siapa yang main kayak gini?”,  tanya nya dengan nada marah. Serentak kedua anak nya menjawab ”saya”. Lalu, Tuan memanggil anak nya yang no 2 supaya mendekat.  Tetapi anak nya tidak mau, dan malah memegang baju ku,sedang yang paling besar memegang tangan ku. Lalu, Tuan mendekati kami,dan plakkkkk….tangan nya mendarat 6 kali dipipiku, sejak pertama dulu. Seketika anak nya menjerit ,dan menangis keras melarang bapak nya agar tidak menampar ku, bahkan bayi nya pun ikut menangis. Sebenar nya aku juga ingin menangis,  tetapi sekuat tenaga kutahan, lalu kuajak ketiga anak2 itu masuk kekamar, ‘sebelum nya kupandangi wajah Tuan dengan penuh kebencian’.

Seperti yang sudah2,malam itu pun kedua majikan ku bertengkar hebat. Bahkan nyonya mengusir suami nya. Empat hari Tuan tidak pulang , malam kelima saat aku sedang mencuci piring, Tuan mendekati ku.  Lalu bilang sesuatu yang aku tidak tau artinya,lalu tanya aku , apakah aku mengerti ?,  kemudian memperagakan dengan kedua tangan nya. Ternyata maksud kata2 nyata tadi, ‘ bila aku mau bersetubuh dengan nya,akan diberi banyak uang’ .

Mendengar kata2 tuan ku, piring ditangan ku hampir mampir diwajah nya, tetapi sebelum benar2 terjadi, aku sadar dia majikan ku. Akhir nya kuurungkan niat ku itu, dan melihat aku tidak jadi memukul, dia mendekatkan wajah nya sambil bertanya, ”bagaimana nona ?”, katanya sambil tersenyum, lalu keluar dari dapur,hatiku benar2 panas dibuat nya.

Malam sudah larut,tapi mataku tidak bisa dipejamkan, bayangan tuan didapur melintas membuat hatiku panas kembali, lalu aku bangkit membuka pintu pelan2, kudengar tuan sudah mendengkur. ”Rumah majikan ku ada 3 kamar, aku tidur dengan anak nya yang pertama, nyonya tidur bersama dg anak nya yang no 2 and 3 , sedang tuan tidur sendiri , dan karena musim panas kamar tuan tidak ditutup”.

Pelan2 aku menuju dapur, kuambil pisau pemotong daging, kupegang kuat2 dan kubawa kekamar tuan, kudekati hati2 dan karena terkena cahaya lampu dari apartement tetangga, memudahkanku melihat kepala tuan diarah mana. Dan tepat dilehernya kuangkat tinggi2 pisau ditangan ku, jelas kulihat yang tidur dihadapan ku adalah bapak ku, ‘aku terkejut’. Beberapa saat aku mematung ditempat ku berdiri, lalu dengan menahan nafas aku keluar kamar, pelan.

Didalam kamar aku termenung, ‘heran’. Kenapa bapak tidur disini ?, bukankah bapak diindonesia?. Pisau itu kutaruh dibawah bantal, lalu aku berbaring diatas nya. ‘Bapak dan bunda datang mengelus pipiku, ‘lembut’.

Waktu terus berlalu,siang berganti dan malampun menanti,hari ini nyonya pulang kerja lebih awal, sewaktu makan malam telah selesai kusiapkan. Nyonya dan anak2 nya yang besar sudah duduk dimeja makan,tuan pulang dari kerja, tanpa ngomong apa2 sayur yang siap dimakan itu diambil, dibawa kedapur lalu dibuang ketempat sampah. Dan tak dapat dihindari, untuk kesekian kalinya majikan ku berantem dihadapan ku. Kemudian nyonya mengajak aku dan anak2 nya makan malam diluar. Sepulang dari makan, nyonya langsung masuk kekamar beserta ketiga anak nya, aku mencuci piring , sedang tuan mondar mandir didekat ku sambil menghitung uang. Tak lama kemudian mengambil mangkuk diisi air mendidih dari thermos listrik, dan dengan tenang nya air itu dibuang ditangan ku, yang sedang mencuci piring. Aku kaget dan langsung melihat muka nya, ‘tuan tersenyum’.

Namun nasib baik memihak ku, anak nya yang paling besar mengintip dari balik pintu,sehingga dia langsung lapor kenyonya. Dan tidak sampei 5 menit kedua majikan ku bertengkar, untuk kedua kalinya malam ini. Setelah itu tuan masuk kekamar mandi, sedang nyonya memeriksa tangan ku, dan tanpa kusadari aku memberi tau nyonya kejadian kemaren,” dimana tuan akan memberi uang banyak,bila aku mau melayani nya”.

Mata nyonya langsung memerah , seraya meyakinkan kata2 ku, lalu berdiri didepan pintu kamar mandi,’lama’. Aku selesai bekerja nyonya masih berdiri ditempat nya, sampei akhirnya kudengar majikan ku bertengkar lagi, dan lebih seru. Sedang aku dijendela dapur, benar2 tak sanggup menahan air mata, ‘betapa berat nya hidup ini’.

Pagi itu tuan tidak bekerja, dan saat nyonya hendak berangkat, mata ku berkaca2 dan mengatakan,”khawatir tuan menganiayaiku lagi”.  nyonya menenangkan ku, ”bilang tuan tidak akan melakukan nya”. Lalu nyonya meminta kedua anak nya yang besar agar menjagaku, hikss..hikss…aku menangis mendengar kata2 nyonya. Benar saja, jam sebelas tuan bangun, ‘marah2’. Lalu mengajak anak2 nya keluar makan, tapi tidak ada yang mau, membuat dia semakin marah, kemudian pergi sendiri.

Kupikir berulang kali,kupikir dan kupikir, bayangan bapak bunda melintas, lalu kemungkinan yang akan terjadi, bila aku bertahan, ”stres”, diperkosa atau pulang tinggal nama, dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Tekad ku sudah bulat, aku harus keluar dari rumah, yang bisa mencelakakan ku ini, tapi bagaimana caranya?

Aku coba telpon agen penyalurku, dan memaksa mereka untuk membantuku keluar dari rumah majikan.  “Kalau memang dengan cara baik2 tidak dibantu, aku akan lapor polisi sekarang juga, dan kita semua akan disidang, termasuk ibu  yang telah membohongi saya”. Kataku mengancam agent penyalurku. Dan mereka akhirnya memaksa majikanku, agar mengizinkan aku kembali keagent.

Namun sesampai dikantor agent, aku ganti diancam, ”Tidak akan dicarikan kerja dengan majikan baru”. Sedang nyonyaku terus2 an memintaku agar mau merawat anak2 nya kembali, sampei2 tuanku datang meminta maaf dan berjanji tidak akan menyakitiku lagi.

   ”Tapi aku sudah bulatkan tekad, dan niat tidak akan kembali, apapun resikonya”

    ”Bagiku lebih baik hilang pekerjaan, dari pada hilang kehormatan ku”

Aku pesimis pulang membawa kontrak kerja baru, karena diagent  ada 5 orang yang finish kontrak kerja, dan mencari majikan baru. Sedang aku yang hanya enam bulan, peluang kecil banget. 

       ” Sangat susah mencari majikan baru , buktinya sampei sekarang  kita semua  belum mendapatkan pekerjaan itu, padahal kita semua finish kontrak”

        ”Lebih baik kamu kembali kemajikan lama mu”,  kata mbak2 itu menasehatiku.

Sampei 3 hari diagent aku hanya dimarahi, mereka benar2 tidak mengerti perasaan ku, dengan tinggi lebih dari 160 cm, berat awal 51 kg, kembali keagent jadi 36 kg. Kurasa mereka dapat melihat betapa aku tersiksa bekerja disana, walau aku tidak mengatakannya. Namun aku berusaha bersabar, dan hanya kepada Nya  aku mengadu dan berserah diri. Dan apapun yang terjadi padaku, aku tidak mengabarkan  pada orang tuaku, aku tak ingin mereka cemas.

Ba’da magrib dihari ke 4, ada sepasang kakek – nenek datang keagent,mencari pembantu. Salah satu staff agent memanggil ku, lalu memperkenalkan  pada kakek nenek tersebut. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, betapa mudah segala urusan bila Allah berkehendak, kakek itu hanya tanya nama dan umurku, sedang neneknya tanya, bisa masak atau tidak ? , Kemudian sikakek berkata, ” Ok , besok aku kesini lagi tanda tangan untuk kerja sama dengan mu”, katanya sambil tersenyum padaku, begitu pula sinenek.

Hari ke 5 ba’da zhuhur kakek itu datang, tanda tangan kontrak kerja. Hari ke 6 aku balik kenegri tercinta (indonesia), ‘yang tak bisa menjanjikan hidup layak’, untuk menunggu visa kerja dinegri beton ( hongkong). Dan semua yang telah terjadi tetap kusyukuri, akhirnya aku tidak kehilangan atau mengorbankan harga diri. Berkat keyakinanku akan janji Nya.

    ”Dan apabila hamba2 Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka ( jawablah), Bahwasan nya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila ia memohon kepada Ku. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala permintaan Ku), dan hendaklah mereka beriman kepada Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. ( Al-Baqarah:186  ).

     ”Dan Dialah Allah (yang disembah), baik dilangit maupun dibumi ; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan, dan apa yang kamu lahirkan ,dan mengetahui (pula), apa yang kamu usahakan”. (Al-An`aam:003  )

Dan akupun tidak malu , mengakui hanya seorang TKW, karena itu  adalah iktiarku sebagai hamba Tuhan yang beriman, dalam menjalankan salah satu perintah Nya,

   ”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.(Al-Jumu`ah:010 ).

 
   ”Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki”. (Al-Jumu`ah:011 ).
Dan aku menyadari, perjuanganku tidak sampei disini, tapi sepanjang usiaku hidup didunia, maka dari itu aku berdo’a,

      ”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Al-Baqarah:201 ). Amin Ya Rabbal ‘Alamin [-o<

 


Responses

  1. Hidup = Perjuangan …

  2. berjuang untuk hidup , benar ngak?

  3. et gw dong

  4. ok mas umar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: