Oleh: selendang | November 4, 2007

Tips

Agar Tidur Lebih Nyenyak

Rutinitas bekerja di rumah majikan, ditambah lagi dengan tekanan kehidupan modern di negeri-kota seperti Hong Kong, membuat banyak BMI mengalami stres. Jika terkena stres, tidur pun jadi tak nyenyak. Fenomena macam itu sebenarnya lazim terjadi. Di Amerika Serikat saja, mengutip National Sleep Foundation, 74 persen orang dewasa di sana mengalami masalah tidur beberapa hari dalam sepekan. Sebanyak 39 persen tidur kurang dari tujuh jam setiap malam, dan satu dari tiga orang Amrik mengantuk di siang hari.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga punya masalah seperti itu? Aha, ini yang pasti: tidak setiap orang bisa memperoleh tidur yang berkualitas. Simak saran berikut agar Anda bisa tidur nyenyak, sehingga segar dan bugar ketika bangun:

Temukan kedamaian dan ketenangan jelang waktu tidur.
Untuk bisa tidur nyenyak, ternyata tubuh memerlukan persiapan. Bagaimana bisa tidur enak kalau tubuh dan pikiran tidak dipersiapkan untuk itu? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan suasana damai dan tenang. Tinggalkan masalah yang membebani Anda hari itu. Ringankan pikiran dan tubuh dengan aktivitas yang menyenangkan. Salah satunya, dengan berdoa atau bermeditasi. Bisa juga dengan mendengarkan musik yang ringan.

Buatlah ritual menjelang tidur.
Ritual diperlukan untuk memberi sinyal kepada tubuh bahwa saat ini adalah waktunya tidur. Tentu, ritualnya terserah Anda. Misalnya, pada jam tertentu (setelah majikan tidur) Anda mengunci semua pintu, mematikan lampu, membersihkan diri di kamar mandi, memakai krim malam, ganti baju, lalu naik ke tempat tidur. Jika ritual ini bisa Anda lakukan tiap hari, tubuh akan mengerti kapan harus tidur.

Jangan berangkat tidur saat hati ”panas”.
Bertengkar dengan pacar atau keluarga (via telepon) bisa membuat hati jadi panas. Kalau hati masih dongkol saat berangkat tidur, percayalah, di tempat tidur Anda akan memikirkan strategi melakukan serangan balik. Sangat sering orang menjadikan tempat tidur sebagai arena menyelesaikan masalah. Padahal, tempat tidur mestinya dijadikan tempat untuk merasakan kedamaian dan ketenangan.

Jangan paksakan diri untuk tidur.
Banyak orang suka memaksakan diri supaya bisa tidur, karena keesokan harinya akan melakukan sesuatu yang penting. ”Saya harus tidur, saya harus tidur,” kalimat yang diucapkan berkali-kali di dalam hati itu bukannya membuat mengantuk dan tertidur. Semakin keras dia berusaha, malah makin sulit. Cobalah untuk melakukan saran nomor 1: rileks!

Tundalah penundaan!
Umumnya kita suka menunda pekerjaan dengan motto: ”Kalau bisa besok, mengapa harus dikerjakan hari ini.” Akibatnya, sebagian orang menjadi sulit atau tak nyenyak tidur karena pikiran masih tertinggal di pekerjaan. Dus, memang butuh disiplin untuk mengatur diri sendiri.

Jangan terobsesi tentang mimpi.
Mimpi memang kontroversial. Ada ilmuwan menganggap mimpi merupakan ungkapan bawah sadar. Yang lain hanya menganggap mimpi sebagai pikiran acak yang masuk ke dalam otak dan tidak memiliki arti. Karena itu, menganalisis arti mimpi sama sekali tidak ada gunanya. Yang terang, mengalami mimpi dan bisa mengingat merupakan pertanda tidur kita tidak nyenyak.

Berlatihlah olahraga lebih awal.
Olahraga jelas diperlukan, tapi jika itu dilakukan dekat-dekat waktu tidur akan membuat Anda tidak bisa beristirahat dengan enak. Olahraga bukan hanya membuat kita merasa lelah, tapi organ-organ tubuh seperti otak, jantung dan lain-lain akan terstimulasi menjadi aktif, sehingga butuh waktu untuk pendinginan. Lakukan latihan lebih awal. Kalau bisa pagi hari, 30-45 menit 3-4 kali seminggu.

Hati-hati dengan kafein.
Kafein yang terdapat di dalam kopi dan teh hitam lazim kita minum pada pagi atau sore hari. Bahkan, karena berpendapat bahwa kopi tidak berpengaruh apa pun, kadang orang minum kopi pada waktu menjelang tidur. Padahal, ada efek yang tidak disadari, yakni menjadi letih saat bangun tidur. Celakanya, orang lantas mencoba menghilangkan rasa lelah, letih dan kurang segar itu dengan minum kopi. Ini tak lebih dari lingkaran setan yang mencelakakan. Jangan minum kafein setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.

Makan cemilan, sebelum tidur.
Makan terlalu kenyang, kalau tidak membuat sulit tidur malah membikin ngantuk. Namun, berangkat tidur dalam keadaan perut lapar juga tidak baik, karena membuat sulit atau tidak nyenyak tidur. Riset membuktikan: makan cepat dan ringan sebelumnya bisa membuat tidur lebih nyenyak. Lakukan sekitar 30 menit sebelum tidur, tapi jangan di atas tempat tidur. Hindari makanan yang mengandung MSG dan kafein.

Jangan merokok.
Merokok bukan hanya akan mengganggu kesehatan, tapi juga membuat Anda terjaga. Riset menunjukkan, perokok berat memiliki risiko lebih tinggi mengalami insomnia dibanding bukan perokok.

Jangan minum, lalu tidur
Ada kalanya minuman beralkohol membantu orang untuk tidur. Namun, alkohol akan membuat mereka terjaga pada tengah malam, menambah porsi minum, dan pada akhirnya menuai berbagai penyakit termasuk terganggunya pernapasan. Jangan pernah memilih minuman beralkohol untuk pengantar tidur. Pilihlah teknik relaksasi lain.

Berjalan kakilah pada pagi hari.
Anda mungkin tidak memiliki kesulitan untuk tidur nyenyak. Namun, mungkin Anda belum tahu bahwa jalan kaki pada pagi hari bisa membantu mendapatkan kualitas tidur yang baik. Mengapa? Ini merupakan rangkaian pembentukan jam biologis Anda. Seperti halnya ritual menjelang tidur, jalan kaki, atau naik sepeda bisa membentuk ritme tubuh kapan harus tidur dan bangun. (IFS)

sumber : http://www.tabloidapakabar.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: