Oleh: selendang | Mei 21, 2007

Loh bukannya situ yang memulainya?

Manusia terkadang lupa bahwa kejadian tidak nyaman yang dialaminya, sebenarnya ia sendiri yang memulainya. Namun yah! namanya manusia, kering kesadaran untuk berkaca. Lebih cenderung menuding orang lain, daripada menuding dirinya. Sebuah kontemplasi sengit yang dilakoni manusia picik, pada akhirnya hanya akan membawa pada kesimpulan; “saya tidak bersalah!”

Dunia sudah berkali-kali mengelilingi matahari, begitupun manusia sudah berkali-kali berthawaf mengelilingi monumen dosa. Kemungkaran di lewati dengan tawa, maksiat di jalani dengan kelakar. Sungguh tandus hatinya, melihat yang buruk seindah melihat gadis cantik yang duduk di bawah terang bulatan bulan. Lantas kenapa mereka tidak berlaku baik? Apakah mereka yakin kehidupan akhirat tidak ada, ataukah karena yakin, mereka kelak akan punya kesadaran untuk bertaubat sebelum ajal menjemput?

Terlepas apa jawaban untuk kedua pertanyaan itu, ada benang merah yang jelas. Suatu saat temen saya, yang beda agama, bertanya; “kenapa Allah (SWT) menciptakan kejahatan, jika Dia membencinya dan menghukum bagi siapapun yang melakukannya?” Termenung sebentar, saya menjawab; ”manusia tiada akan tahu yang baik, jikalau tiada yang tidak baik”. Dia lanjut bertanya; “lantas kenapa tidak di buat saja semuanya baik, yang jahat di tiadakan!”. Saya menjawab; “itu mustahil karena manusia terdiri daging dan ruh, daging punya kebutuhan, darinya manusia memiliki hawa nafsu, hawa nafsu itulah yang membawa kita kepada yang baik dan buruk”.

Kalau begitu, “kenapa Tuhan tidak mengarahkan saja hawa nafsu manusia, agar selalu membawa kepada yang baik-baik,” tambahnya. Saya jawab, “lantas buat apa Allah, membuat yang tidak baik, jika manusia hanya diarahkan kepada yang baik?” Dia menjawab, “agar semua manusia selamat dan menjadi baik!” Jika begitu adanya; “maka kebebasan manusia untuk memilih telah di kebiri oleh Tuhan, maka buat apalagi kita di dunia, jikalau kita tidak ada kecendrungan untuk berbuat tidak baik?” Saya balik bertanya.

“Memang menurutmu dunia tidak akan seimbang, jika manusia tidak ada kecendrungan melakukan yang tidak baik?” Tanyanya lagi. Kemudian, saya beri lagi ia sebuah pertanyaan; “menurut anda aneh atau tidak, jikalau anda melihat seorang wanita cantik dalam keadaan tidak mengenakan selembar benang pun tidur dihadapan anda, kemudian anda tidak memiliki nafsu sedikitpun padanya?!” ,“Beri jawaban yang jujur!” Dia menjawab; “memang sangat aneh!” Lalu, ia menambahkan, “iya tapi kalau kepada isteri sendiri, nafsu baru dibolehkan muncul, jika bukan, maka nafsu itu harusnya tidak dimunculkan Tuhan dong!”.

Sebuah ucapan aneh darinya. Jikalau, dunia ini berjalan sesuai keinginannya, maka tidak akan pernah Tuhan menciptakan hukuman, dan menciptakan keadilan, kebenaran, pihak yang terzhalimi dan yang menzhalimi, tidak akan menurunkan nabi-nabiNya dan kitab-kitabNya. Dan lebih lagi, tidak akan Ia menciptakan manusia agar mendiami dunia ini.

Sebagai penutup dialog kamu, saya beri ia jawaban akhir, saya katakan, dunia ini memang sudah diatur sebagai tempat untuk menguji manusia, coba anda lihat sekitar. Ada berbagai macam hal yang bisa membuat kita ingin memiliki dan merasakan, ada makanan, yang bisa membuat anda ingin memakannya, namun jika anda tidak memiliki uang, masalah selanjutnya anda berniat mencurinya atau tidak, dan niat itu dilaksanakan atau tidak! Ada wanita, ada banyak hal lain, yang bisa membangkitkan nafsu kita untuk memilikinya dan merasakannya.

Kemudian ia bertanya, kenapa kita di taruh didunia kenapa tidak di surga saja? Saya katakan; saya tidak berhak menjawab hal ini, karena hanya Tuhan yang tahu, ini rahasia Tuhan (Walaupun jawaban saya sebelumnya sudah menjawabnya). Kemudian ia mengatakan, ah kamu sok tahu, sok bijaksana, ngapain menjelaskan hal beginian kepada saya. Saya terkejut dan merenung sejenak, sambil berfikir; “apa masalahnya orang ini, loh bukannya situ yang memulainya?”

 

 

Kalaulah kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak di duga.

Kalaulah pandai gunakan akal, budi pekerti gunakan juga.

Abi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: