Oleh: selendang | Maret 19, 2007

goresan hidup

gerimis di malam hari kuharapkan,

men jadi penyejuk jiwa yg kepanasan,

namun hujan badai yg datang menghancurkan dinding hati ,

men jadi serpihan,

meski kini rembulan datang membawa kemanjaan,

jiwa yg perih tiada merasakan keindahan ,

duka lara hanya setitik goresan hidup yg akan selalu,

mewarnai setiap langkah manusia,

canda tawa yg akan setia mengiringinya,

biarlah berlalu tanpa kata,

karena pasti akan berakhir,

dan kelak semua ada balasan nya.

hongkong 19 maret 2007

20.45 pm

by hani


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: