Petang itu saya ketepi sungai. Membawa sebungkus nasi berlauk telur goreng dan bergedel. Setelah selesai makan , bagian kuning telur yang saya tak makan saya buang keatas tanah.
Kemudian saya membaca buku. Waktu itu saya melihat seekor semut hitam besar dikuning telur yang saya buang. Saya biarkan saja semut tu. Saya terus membaca.
Tak sampei 5 menit ratusan semut hitam datang berbaris pergi dan balik kearah kuning telur yang telah saya buang . Sebentar saja kuning telur itu sudah tinggal separuh.
Saya sungguh tercenung, apakah sistem informasi yang dipakei oleh semut2 itu…?
Sekejap mata saja, semua semut itu sudah tahu khabar tentang kedatangan kuning telur yang saya buang . Saya bertanya2 bagaimana bentuk pengumuman yang disampeikan kepada anggota jamaah semut tentang rezeki yang jatuh dari langit tu…?
Mungkin begini: ” Wahai semut2 saudaraku sekalian, ada seorang manusia yang memubazirkan dan tidak bersyukur telah buang kuning telur. Mari kita angkut masuk dalam sarang. Kalau manusia itu tidak mau bersyukur , biarlah kita saja yang bersyukur kepada Allah.
Saya memang hamba yang tak tahu bersyukur. Saya selalu mengeluh bila ada semut banyak sekali ,mengganggu kerja, menggigit dan mengurung serta asyik masuk dalam air minum.
Tetapi semua semut itu juga mungkin merungut pada Allah, ”Wahai Tuhan , lebih baik Engkau jadikan semut banyak2 karena setiap saat kami senantiasa mengagungkan Mu, berdzikir dan bertasbih berbanding makhluk Mu yang berkepala besar itu. Walau dia seorang saja, tapi dia selalu lalai”.
Nasstaghfirullah. Ya Allah …jadikan aku hamba yang bersyukur.

hal sepele tapi benar2 kita semua hrus tau itu
bagus..bisa kirimin ke email dung
Oleh: kun on September 25, 2009
at 1:19 am
bisa, alamat mail u apa?
Oleh: selendang on November 3, 2009
at 6:08 am