Oleh: selendang | Maret 9, 2007

Cinta Dan Benci Karena Allah

by  guekboli@yahoo.com

               Cinta Dan Benci Karena Allah

Cinta yang paling tinggi dan paling bermakna adalah
cinta kepada Allah SWT.
Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain, Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
ali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah
dan benci karena Allah.?(HR.AtTirmidzi).

Dalam
riwayat lain, Rasulullah juga bersabda:
arangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci
karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi
karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.?(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)
Dua hadis yang disitir diatas  memberikan informasi
kepada kita bahwa Kitaharus mencintai terhadap
sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala
yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai
Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah,
memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah,
mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada
orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak
memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia
diberi.
Dalam konteks syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah
(mencintai karena Allah) adalah menberikan kasih
sayang dan kecintaan kepada orang rang yang beriman
dan taat kepada Allah tala karena keimanan dan
ketaatan yang mereka lakukan. Sedangkan yang dimaksud
dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah
memberikan rasa ketidaksukaan dan kebencian kepada
orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada
orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya
dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang
mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun
mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan
dengan kita, sebagaimana firman Allah Tala :
amu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman
kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang
dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya,
sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak
sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.?(Al-Mujadalah: 22)
Para sahabat, tabin, tabit tabin serta pengikut
mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang
yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita
tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada
orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga
kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri,
saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain,
apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang
Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada
Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk
mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas
al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan
rasulNya.

Demikian juga kecintaan dan kebencian yang
tidak disyaritkan adalah yang tidak berpedoman pada
kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di
antaranya adalah : kecintaan dan kebencian yang
dimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan,
suku bangsa, ketampanan, kefakiran, kekeluargaan dan
lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang
telah digariskan oleh Allah SWT.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ahwasannya
seorang mukmin wajib diberikan kepadanya kecintaan dan
kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu,
dan seorang kafir wajib diberikan kepadanya kebencian
dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat
baik kepadamu.?Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam
Ibnu Taimiyah, marilah kita berlindung kepada Dzat
yang membolak-balikkan hati, supaya hati kita dipatri
dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh
Allah dan RasulNya.

Karena kadang orang-orang yang
menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya
terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman
kepada Allah, sehingga kita lupa dan lebih mencintai
orang-orang kafir dari pada orang-orang yang beriman.
Naudzubilla min dzalik.
Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan
dan kebencian yang terbagi dalam tiga kelompok. Adapun
tiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut :
1.Orang-orang yang diberikan kepadanya kasih sayang
dan kecintaan secara utuh. Mereka adalah orang-orang
yang beriman kepada Allah dan RasulNya, melaksanakan
ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan
keyakinan yang teguh. Mereka adalah orang-orang yang
mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk
Allah semata.

Mereka adalah orang-orang yang tunduk
lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan
RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang
oleh Allah dan Rasulnya. Mereka adalah orang-orang
yang memberikan kecintaan, kewalan, kebencian dan
permusuhan karena Allah tala serta mendahulukan
perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas
yang lainnya siapapun orangnya.
2.Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci
dari sisi lainnya.
Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan
yang baik dengan amalan yang buruk, maka mereka
dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada
pada diri mereka sendiri, dan dibenci serta dimusuhi
sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri
mereka.

Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah,
seperti muamalah. Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah
bin Himar. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan
minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam, tiba-tiba sorang laki-laki
melaknatnya kemudian berkata: etapa sering dia
didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam dalam keadaan mabuk.?

Rasulullah bersabda:
anganlah engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah
orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih
Al-Bukhari kitab Al-Hudud). Dalam riwayat Abu Dawud
dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh
Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer
4967.

Rasulullah melaknat khamr, orang yang
meminumnya, orang yang menjualnya, orang yang
memerasnya dan orang yang minta diperaskan, orang yang
membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.
3.Orangrang yang diberikan kebencian dan permusuhan
kepadanya secara utuh. Mereka adalah orang yang tidak
beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari
rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa
mantap, orang yang mengingkari asma?wa sifat Allah
tala, atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu
bida?yang sesat dan menyesatkan, atau orang yang
melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya.
Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci
secara utuh, karena mereka adalah musuh Allah dan
RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.
Adapun beberapa faktor yang dapat mengkokohkan
kecintaan dijalan Allah, antara lain:
1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa
kita mencintai karena Allah tala. Diriwayatkan dari
Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
pabila ada seorang dari kalian mencintai temannya
hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya
bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) karena
Allah Tala.?(HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu,
hal 712 dengan sanad shohih)
2.Saling memberi hadiah. Rasulullah bersabda dalam
riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
aling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan
saling mencintai.?(HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul
Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)
3. Saling mengunjungi. Rasulullah bersabda dalam
riwayat Abu Hurairah .
ahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik
tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan
bertambah sesuatu dengan kecintaan.?(HR.Thabrani dan
Baihaqi dengan sanad yang shahih)
4. Saling menyebarkan salam.
idaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman,
tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling
mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu
yang apabila kalian melakukan-nya akan saling
mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.?(HR.
Muslim 2/35).
5. Meninggalkan dosa-dosa.. Dalam hal ini Rasulullah
bersabda:
idaklah dua orang yang saling mencintai karena
Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali
salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.?(HR.
Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Adab AlMufrad hal.84)
6. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu
tentang saudaranya di saat tidak ada, dan jika
saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau
tidak suka) Allah berfirman:
ai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu
adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan
(ghibah) sebagian yang lain,sukakah salah seorang di
antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.

Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Penerima tubat lagi Maha Penyayang.?(Al-Hujurat:12)
Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah
suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa.
Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada
buahnya dan hasilnya.

 Buah dan hasil dari saling
mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:
1.Mendapatkan kecintaan Allah.
2.Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.
3.Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada
saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah.
4.Merasakan manisnya iman.
5.Meraih kesempurnaan iman.
6.Masuk Surga
Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang
tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan
kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah
disyariatkan oleh Allah dan RasulNya Apalagi yang kita
harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah,
mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan
rsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali
naunganNya, meraih manisnya Iman, mendapatkan
kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang
tinggi. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati
kita. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: