Liputan6.com, Jakarta: Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono tak hanya berjaya di dalam negeri. Di luar negeri pun pasangan nomor urut dua ini menuai kemenangan. ADVERTISEMENT Pasangan SBY-Boediono meraih suara terbanyak di seluruh Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang tersebar di penjuru dunia. Berdasarkan data sementara yang dimuat di situs resmi Departemen Luar Negeri, SBY-Boediono menang telak dengan perolehan suara sebanyak 2.282 suara atau 69 persen. Pasangan Jusuf Kalla-Wiranto menyusul di urutan kedua dengan perolehan 540 suara atau sekitar 16 persen. Sedangkan pasangan Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto hanya meraih 357 suara (10 persen). Pada pemilu presiden kemarin, pemilih di luar negeri mencapai 3.305 warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 suara dinyatakan tidak sah. (ROM)
SBY-Boediono Berjaya di Luar Negeri
Ditulis dalam berita
Tragedi menjelang Subuh
Mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera, adalah idaman semua wanita. Namun tak gampang mewujudkan keinginan itu. Apalagi jika sang suami terserang ‘Demam perempuan’.
Mula – mula hanya iseng, tapi entah kenapa, lama – kelamaan aku jadi suka bertandang kerumah Santi (bukan nama sebenarnya). Padahal kutahu Santi itu adalah calo tenaga kerja ke Negara tetangga. Aku juga tahu, ia sering menipu dengan cara mengobral janji palsu, untuk memikat hati para pencari kerja.
Sebagai seorang calo, ia memang pandai berbicara dan merayu, sehingga wajarlah kalau ia berhasil mengirim puluhan tenaga kerja ke luar negri dengan jalan menjual mereka melalui sebuah perusahaan jasa pengiriman tenaga kerja. Tentu saja Santi banyak mendapatkan uang dari Pekerjaan itu. Sebaliknya , tidak sedikit pekerja yang tertipu , lantaran gaji yang mereka terima tidak sesuai dengan perjanjian semula.
Entah kenapa, tiba – tiba saja aku merasa ingin sekali Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Kisah nyata
Jejak Kasih
Arif (21 th), adalah potret kecil seorang anak negri yang harus bersusah payah berjalan ribuan mil, demi mengais rezeki di negri sebrang. Setelah tanah Kelahirannya tak lagi bisa memberi harapan , ia nekad bulatkan tekad merantau ke negri jiran, berharap bisa menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tuanya.
Ia rela meninggalkan semua rasa ‘manja’ yang selama ini menggelayutinya. Kepergiannya pun meninggalkan kenangan indah dan tetesan air mata. Terutama nenek nya yang dulu tahu betul, sepertinya Arif tak kan bisa jauh-jauh dari ibunya. Tapi Arif telah berubah, predikat itu seketika sirna bak kapas yang terembus angin ditelapak tangan yang terkepal.
Keputusan ayahnya untuk menikah lagi , Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Kisah nyata
Dilema dalam hidupku
Ditulis dalam goresan pena
Rindu Kampung (Cerpen)
Hatiku sedikit mengeluh, saat melihat halaman rumah sudah kotor kembali, oleh daun-daun kering yang berserakan.Padahal belum lama ku bersihkan .
”Huh, kalau begini bisa-bisa aku dibilang tidak bekerja oleh si nenek sihir itu”. Aku mengusap peluh di dahi selesai menyapu dan mengepel lantai bawah.
Rumah majikanku sebuah villa 3 lantai . Ada taman bunga,kolam renang dan kolam ikan. Serta beberapa pohon rindang yang mengelilingi villa, sedang hanya aku seorang pembantunya.
Musim panas memang melelahkan . Debu-debu beterbangan, daun-daun yang mengering berjatuhan ,membuat pekerjaan seperti tak pernah tersentuh oleh jari tangan.
Ku angkat kaki menuju lantai dua.Ku tinggalkan halaman yang sudah penuh daun-daun berguguran. Karena hanya membuat hati berkeluh kesah, ‘kesal’.
Kumulai lagi pekerjaan dengan basmallah, kulakukan penuh hati-hati. Dan akhirnya selesai juga lantai-lantai rumah mewah itu.
Ku bersihkan tepat saat hp di sakuku berdering,hani memanggil.Teman sebelah yang kerjanya merawat dan menjaga villa,sedang majikannya hanya pulang seminggu sekali karena berbisnis di China. Ku angkat hp sambil menyelonjorkan kaki di lantai.
”Assalamu’alaikum . Kak , nenek sihirmu ada ngak?,” tanyanya dari sebrang.
”Wa’alaikumsalam. Ngak ada.” jawabku singkat.
”Keluarnya lama atau tidak?,” Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam cerpen
Kereta jiwa
Ditulis dalam puisi
Indah, hidup itu..!
seorang wanita sedang duduk bersedih termenung ,menatap langit…
kelihatannya dia begitu sedih…,ada apa ya..?tiba2 datang seorang temannya dari belakang dan diapun memandangi temannya dan langsung menebak…(dia pasti sedang sedih!)dan dengan langkah perlahan gadis itupun mendekatinya karena ingin berniat menghiburnya….haiii….ngapain lho…sapanya, sigadis yang tadi duduk pun menoleh….hmmm..mm gak ada jawabnya. lalu dengan PDnya gadis yang berusaha menghiburnya itu langsung aja nyerocoss..kata-kata mutiara gitu lho… dan diapun berkata…kamu tahu nggak hidup itu sangat indah, bila ada sedikit luka menjalaninya itu mach..ch biasa.jadi kita gak perlu bersedih terus. Karena apapun itu pasti dech ada hikmahnya kamu harus bersabar…(kata-kata itu begitu mengalir deras seolah olah seorang fisikiater yang sedang menceramahi pasiennya) lalu gadis yang tadi duduk memandangnya…… lama, pelan tapi pasti gitu lho….pun menjawab,siapa yang sedih? justru aku duduk termangu disini karena aku merasa hidup itu indah, jadi aku nggak perlu kemana-mana,ngak mao capek,nggak mao ini itu, aku hanya ingin duduk dan menikmati hidup ini yang indah gitu lho… lalu sigadis yang berusaha menghiburpun nyegir sambil nyelonong pergi…dalam hati dia berkata… Baca Lanjutannya…
Rindu kampung
Ditulis dalam puisi
Pesan boss..!
‘Sit…! Sebesar apa pun kesalahanmu, aku tak akan menyalahkanmu. Apalagi memarahimu,asal kamu mengakui kesalahan itu.Tapi aku sangat takut jika kamu berbohong demi menutupi kesalahanmu,meskipun kecil kesalahan itu.Semua itu akan menjadikanku tidak percaya lagi padamu.Terlebih lagi ,aku akan merasa sangat sedih sekali.’ pesan Tuan setelah memberikan gaji padaku.
Ditulis dalam Diary
Perbandingan
Pernahkah kau mendengar, ada wewangian yang lebih suci dari pada desah nafas orang2 yang bertaubat.
Apakah kalian pernah mendengar, ada air yang lebih segar dari pada air mata orang2 yang bertaubat .
Apakah engkau pernah melihat,pakean yang lebih suci dari pada pakean orang2 yang berihram.
Apakah kalian pernah melihat , ada perjalanan yang lebih suci dari pada perjalanan orang2 yang sedang thawaf.
Apakah engkau pernah merasa ,nikmatnya menahan lapar dan haus dari pada menahan nafsu di bulan suci Ramadhan .
Ditulis dalam renungan
